BAHAR DIKULTUSKAN MELEBIHI NABI Awanama 11/27/2021 (Sat) 08:08:04 No.11551 del
Si pirang satu ini memang menyebalkan. Demi menguasai panggung, orang ini merangkai banyak kisah machoisme. Supaya dikira dia hebat.

Misalnya sewaktu ceramah ia sok marah, teriak-teriak kayak bocah tantrum. Atau dia membangun narasi tak mau menerima uang dari pejabat yang katanya jumlahnya ratusan miliar.

Intinya dia sedang membangun mitos tentang dirinya, biar dianggap wah. Faktanya ya entah.

Herannya, banyak cecunguk "pribumi" yang sampai rela mencium kakinya. Orang-orang itu mungkin tidak pernah mencium kaki ibunya sendiri. Tapi untuk Bahar, mereka mau melakukannya.

Mereka merendahkan diri sebegitu hina. Mirip hewan saja. Itu dilakukan demi memuliakan orang yang katanya cucu Nabi.

Padahal gak logis kalau Bahar itu cucunya Nabi. Sebab dalam tradisi Arab, silsilah mereka disambungkan dari keturunan laki-laki. Dan anak laki-laki Nabi tak sampai usia dewasa.

Tapi okelah, anggap Bahar cucunya Nabi. Biar senang. Apakah pantas ia dicium kakinya?

Kalau Bahar punya malu, mestinya dia melarang itu. Nabi saja melarang orang berdiri ketika dia datang ke majelis. Untuk menghindari pengkultusan. Banyak ulama besar yang tak mau tangannya dicium.

Bahar ini meniru siapa?

Message too long. Click here to view full text.